Feb 6, 2012

Tragedi-Tragedi Terburuk dalam Sepak Bola

Tragedi Stadion Ibrox
Tanggal: 5 April 1902
Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia
Total meninggal: 25 orang

Pada menit ke-51 dalam pertandingan antara timnas Skotlandia dan Inggris,
tribun selatan bagian belakang runtuh yang sebenarnya baru dibangun, tribun
yang terbuat dari kayu ini runtuh karena hujan deras yang mengguyur pada
malam sebelumnya. Para suporter jatuh dari ketinggian 12 meter kebawah
tribun, 25 meninggal dan mencederai 517 lainnya.
Dan sedihnya, stadion Ibrox kembali mengalami tragedi pada tahun 1961 dan
1971.


Tragedi Burnden Park
Tanggal: 9 Maret 1946
Lokasi: Burnden Park, Bolton, Manchester, Inggris
Total meninggal: 33 orang

Tragedi ini terjadi saat pertemuan Bolton Wanderers dan Stoke City. Tembok
di tribun selatan bagian depan rubuh karena desakan para suporter yang
sudah melebihi kapasitas stadion. Sebanyak 20.000 suporter yang tidak bisa
masuk kedalam stadion akhirnya merusak gerbang dan memaksa masuk.
Banyak suporter jatuh dan menimpa suporter lainnya yang berada di
depannya saat tembok tribun rubuh, dan kejadian itu menyebabkan 33
suporter meninggal dan lebih dari 400 lainnya cedera.
Tragedi ini adalah yang terbesar dalam sejarah sepakbola Inggris setelah
tragedi Ibrox Park di kandang Rangers pada tahun 1971.

Tragedi Heysel
Tanggal: 29 Mei 1985
Lokasi: Stadion Heysel, Brussels, Belgia
Total meninggal: 39 orang

Pada final Piala Eropa (Liga Champions) 1985 yang mempertemukan Liverpool
dan Juventus, tembok di stadion Heysel rubuh sebelum pertandingan itu
berjalan. Tembok stadion itu rubuh karena desakan dari para suporter
Juventus yang mencoba menjauh dari para fans Liverpool yang mencoba
mendesak dan menyerang mereka, akibatnya sebanyak 39 suporter meninggal
dan 600 lainnya terluka, kebanyakan korban adalah para suporter Juventus.
Saat pertandingan berlangsung, kepolisian setempat masih mencoba untuk
meredam aksi anarkis para supporter. Dan pertandingan itu dimenangi oleh
Juventus melalui penalti kontroversial Michel Platini. Dan semenjak kerusuhan
ini, klub Inggris dilarang bertanding di semua ajang kompetisi UEFA, dan
larangan ini baru dicabut pada tahun 1990-1991.
Latar belakang dari kejadian ini adalah pada tahun sebelumnya (1984) saat
Liverpool juga mencapai partai final dari kejuaraan yang sama dan
menghadapi AS Roma, di stadion Olympico, Roma. Liverpool menang melalui
adu penalti. Dan setelah partai final itu, Suporter AS Roma menyerang
suporter Liverpool, sampai-sampai suporter Liverpool harus dikawal kepolisian
setempat saat kembali ke hotel dan beberapa ada yang berlindung di
Kedutaan Inggris. Dan suporter Liverpool mencoba membalasnya kepada
sesama suporter klub Italia.


Tragedi Orkney
Tanggal: 13 Januari 1991
Lokasi: Stadion Oppenheimer, Orkney, Afrika Selatan
Total meninggal: 42 orang

Pertandingan persahabatan antara kedua tim sepakbola Afrika Selatan Kaizer
Chiefs melawan Orlando Pirates, berubah menjadi petaka saat wasit
pertandingan mensahkan gol yang tercipta dari tim Chiefs, dan para suporter
Pirates mulai berulah dengan melemparkan kaleng minuman dan buah-buahan
kepada para suporter Chiefs yang membuat mereka panik dan mencoba kabur
menerobos barisan polisi yang menjaga antara tribun penonton dan lapangan.
Dari kepanikan itu banyak suporter Chiefs yang terinjak-injak dan
bergeletakan di hampir semua tempat. Kerusuhan ini terjadi karena kedua
suporter tidak ditempatkan terpisah saat pertandingan. Dan total korban
meninggal adalah 42 orang.


Tragedi Stadion Ellis Park

Tanggal: 11 April 2001
 Lokasi: Stadion Ellis Park, Johannesburg, Afrika Selatan
Total meninggal: 43 orang
Tragedi dari Orkney tidak dijadikan pelajaran, sehingga setelah 10 tahun
kemudian, kembali terjadi pertemuan kedua tim sepakbola diatas, yaitu Kaizer
Chiefs dan Orlando Pirates, dan kembali menjadi sebuah petaka yang
memakan korban. Kejadian berawal saat stadion telah terisi penuh dengan
sekitar 60.000 suporter kedua tim, di saat yang bersamaan 30.000 suporter
yang masih diluar stadion juga mencoba menerobos masuk untuk menyaksikan
tim kesayangan mereka bertanding. Tapi media setempat memperkirakan
kalau ada sekitar 120.000 suporter. Dan desakan dari para kedua suporter
membuat suasana semakin rusuh sehingga para aparat kepolisian berinisiatif
untuk menembakkan gas air mata ke arah para suporter dengan tujuan untuk
meredam kerusuhan, tapi yang terjadi gas air mata itu tambah membuat para
suporter panik dan semakin berdesakan dan banyak korban yang terhimpit
dan terinjak-injak. Total 43 suporter menjadi korban meninggal dari kerusuhan
ini. Banyak pihak mengklaim kalau kerusuhan ini terjadi akibat gas air mata
yang ditembakkan oleh kepolisian, tapi pihak kepolisian menyangkal hal
tersebut.


Tragedi Stadion Kayseri Ataturk
Tanggal: 17 September 1968
Lokasi: Stadion Kayseri Ataturk, Kayseri, Turki
Total meninggal: 44 orang

Pertandingan antara Kayseri Erciyesspor dan Sivasspor dalam pertadingan
Liga Utama Turki, dihadiri lebih dari 12.000 suporter dari kedua belah pihak.
Pertandingan berlangsung dengan atmosfir yang sangat keras. Dan pada
menit ke-20, gol tercipta oleh Oktay, striker dari Kayserispor. Setelah gol
tersebut, para pemain dari kedua belah pihak mulai berkelahi tanpa alasan
yang jelas, sang wasit mengeluarkan kartu merah kepada salah satu pemain
Kayserispor, tapi setelah meminta pendapat dari para ofisial lainnya, wasit
merubah keputusannya dan memperbolehkan pemain tadi bertanding kembali.
Dan dari level pertandingan yang keras itu, para suporter mulai berulah
dengan melemparkan batu kepada suporter lawan. Dan beberapa suporter
Sivas mencoba melarikan diri dari lemparan batu, berlari kedalam lapangan
dan mencari pintu keluar, beberapa yang lari ke lapangan dihadang para
petugas kepolisian dan memutar balik sehingga para suporter Sivas terdesak
di pintu keluar terdekat dan menerobos menabrak sesama para suporter Sivas
yang berada diluar pintu keluar stadion. Saat lautan suporter Sivas tersebut
bertabrakan, kejadian berikutnya sangat mengenaskan, banyak yang terinjak-
injak, dan menyebakan 44 orang meninggal dan ratusan lainnya cedera.
Dan para suporter Sivas yang berhasil keluar stadion membuat rusuh di
sepanjang jalan di kota Kayseri, setidaknya 60 mobil pribadi dan beberapa
gedung rusak akibat ulah mereka, tidak berhenti disitu, saat mereka
meninggalkan kota Kayseri, di jalan bebas hambatan yang menghubungkan
antara kota Kayseri dan Sivas, mereka berhenti dan mulai membakar setiap
mobil, truk dan bus yang menggunakan plat nomor kota Kayseri.


Tragedi Kebakaran di Kota Bradford
Tanggal: 11 Mei 1985
Lokasi: Stadion Valley Parade, Bradford, England
Total meninggal: 56 orang

Kali ini api yang menjadi petaka. Pada hari dimana tim sepakbola Bradford City
merayakan titel juara Liga Divisi Tiga. Kejadian terjadi saat pertemuan tim
Bradford City dan Lincoln City. Disaat pertandingan berjalan, salah satu
suporter berulah dengan membuang puntung rokok yang masih menyala dan
melemparnya ke belakang tribun yang kebetulan terdapat bahan-bahan yang
mudah terbakar seperti tumpukan koran dan kain. Dan hasilnya, 5 menit
sebelum half time, asap putih muncul dari tribun kayu berumur 77 tahun, dan
polisi mulai menginstruksikan para penonton untuk pindah dari blok G, tempat
dimana api mulai terlihat. Dan 3 menit kemudian, wasit menghentikan
pertandingan yang berkedudukan 0-0.
Saat penonton dievakuasi turun ke lapangan, ada beberapa yang masih
terjebak terjebak di tribun blok G, para penonton juga mencoba mendobrak
pintu keluar yang dikunci untuk menghindari para penonton yang tidak
diinginkan masuk saat pertandingan, dan itu benar-benar menolong banyak
nyawa para penonton yang panik akibat kebakaran hebat di tribun. Banyak
kayu dan material yang meleleh jatuh menimpa para penonton yang berusaha
menyelamatkan diri. Dan total penonton yang tewas sebanyak 56 orang dan
ikut mencederai lebih dari 250 lainnya. Ironisnya banyak penonton penonton
yang merayakan kejadian tersebut setelah berhasil keluar dari stadion,
seperti mereka berhasil membakar orang atau sebagainya, ada beberapa
video yang berhasil merekam kejadian tersebut.


Tragedi Ibrox Kedua
Tanggal: 2 Januari 1971
Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia
Total meninggal: 66 orang

Tragedi terjadi saat pertandingan antara Rangers dan Celtic, hasil masih 0-0
sampai menit 89, namun Celtic berhasil membobol gawang Rangers di
menit-menit akhir, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk Celtic,
dan para pendukung Rangers mulai meninggalkan stadion. Kerumunan
pendukung Rangers yang meninggalkan stadion secara serempak menimbulkan
kepanikan tersendiri saat banyaknya pendukung yang terjepit, banyak yang
terhimpit dan kehabisan napas termasuk anak-anak, dan menewaskan 66
orang serta mencederai lebih dari 200 orang lainnya.
Perlu dicatat, disaat detik-detik terakhir perpanjangan waktu, Rangers
berhasil menyamakan kedudukan lewat gol dari Colin Stein, dan para
penonton yang sudah meninggalkan stadion kembali mencoba masuk ke
dalam, sehingga bentrok dengan penonton yang ingin keluar. Para ofisial tidak
sependapat dengan ini karena mereka mengklaim para penonton sama-sama
berjalan beriringan keluar stadion. Bagaimanapun, rumor dari gol yang dibuat
Colin Stein masih ramai diperbincangkan dan dipercayai hingga tahun-tahun
berikutnya.


Tragedi Luzhniki
Tanggal: 20 Oktober 1982
Lokasi: Stadion Lenin, Moskow
Total meninggal: 66+ orang

Kejadian ini terjadi saat perhelatan UEFA Cup antara Spartak Moscow dan
Haarlem pada 20 Oktober 1982. Tragedi ini sengaja ditutupi untuk kebaikan
masyarakat Uni Soviet pada waktu itu. Tiket pertandingan ini sebenarnya
hanya terjual sedikit, hanya tribun bagian Timur saja yang dipenuhi oleh
penonton, dan hanya satu gerbang keluar yang terbuka.
Beberapa menit sebelum pertandingan berakhir, Spartak Moscow masih
memimpin 1-0, dan beberapa penonton mulai terlihat meninggalkan lapangan,
tapi saat injury time, Spartak Moscow berhasil mencetak gol kedua (Sergei
Shyetsov, pencetak gol kedua, mengatakan “akan lebih baik kalo saya tidak
mencetak gol tersebut”) dan beberapa penonton yang sebelumnya akan
meninggalkan stadion kembali kedalam dan berhadapan dengan para
penonton yang ingin keluar, mengakibatkan kepanikan tersendiri yang
menyebabkan 66 orang tewas, walaupun banyak saksi yang mengatakan
jumlah sebenarnya adalah lebih dari 340 orang. Jika itu benar, maka kejadian
ini adalah tragedi terburuk sepanjang sejarah. Dan menurut beberapa saksi,
kepanikan saat itu menyebabkan tangga tribun yang licin ambruk sehingga
menimbulkan efek domino dan banyak penonton yang terhimpit dan terinjak-
injak.


Tragedi Puerta 12

Tanggal: 23 Juni 1968
Lokasi: Stadion Monumental, Buenos Aires, Argentina
Total meninggal: 71+ orang

Tragedi ini memiliki beberapa versi, tragedi yang terjadi saat pertandingan
antara River Plate melawan Boca Juniors. Versi pertama tragedi ini adalah
versi yang paling diyakini, yaitu saat para penonton mulai meninggalkan
stadion melalui pintu nomor 12 dan yang ternyata pintu tersebut terkunci
sehingga menyebabkan penonton yang sudah berada di dekat pintu tersebut
terhimpit oleh desakan penonton dari belakang yang juga ingin keluar melalui
pintu tersebut. Banyak yang berteriak untuk berhenti mendesak dan segera
mundur, tapi banyak juga yang tidak mendengar. Versi kedua menyatakan
kalau para pendukung River Plate salah memasuki tribun yang ternyata adalah
tribun dari suporter Boca Juniors dan menyebabkan bentrokan. Dan ada
beberapa versi lainnya dari tragedi yang telah menyebabkan lebih dari 71
orang tewas dan mengakibatkan 150 lainnya terluka. Rata-rata korban tewas
berumur 19 tahun.


Tragedi Mesir
Tanggal: 3 Februari 2012

Lokasi: Port Said, Mesir
Total meninggal: 74+ orang
Bentrokan berdarah di Port Said, Mesir, antara pendukung Al-Masry dan Al-Ahly dalam laga Liga Mesir yang menewaskan 74 orang dan sedikitnya melukai 1.000 orang diduga melibatkan polisi dan militer. Dugaan itu makin menguat karena saat pecah kerusuhan tidak ada upaya pencegahan awal yang dilakukan aparat keamanan.


Menurut pemain Al-Ahly, Mohamed Abo Treika, suporter Al-Masry bahkan leluasa masuk ke lapangan dan menyerang secara sporadis pemain lawan dan suporter tim tamu. "Tidak ada petugas keamanan yang bergerak dan satu pun ambulans terlihat. Juga tidak ada upaya untuk melakukan pengamanan," ujar Treika dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, kelompok politik terbesar di Mesir, Ikhwanul Muslimin, menuduh para pendukung presiden terguling Hosni Mubarak yang menjadi provokator sehingga memicu kekerasan antarsuporter. "Kejadian di Port Said sudah direncanakan dan merupakan pesan dari sisa-sisa pemerintahan sebelumnya," kata anggota parlemen Essam Al-Erian.

Erian juga menuduh polisi dan militer sengaja membiarkan kejadian itu sebagai balasan terhadap gerakan protes dari kelompok garis keras yang memunculkan revolusi di Mesir.



Tragedi Guatemala
Tanggal: 16 Oktober 1996
Lokasi: Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala
Total meninggal: 80+ orang

Tragedi mengakibatkan lebih dari 80 orang tewas yang kebanyakan adalah
remaja, dan mengakibatkan lebih dari 150 orang luka-luka. Saat perhelatan
kualifikasi Piala Dunia antara timnas Guatemala dan Kosta Rika, stadion yang
hanya berkapasitas 45.800 dipenuhi oleh lebih dari 60.000 orang, menurut
beberapa media saat itu, dikarenakan banyak pihak yang menjual tiket palsu
untuk pertandingan tersebut. Tragedi terjadi sejam sebelum pertandingan
berlangsung, karena penonton semakin bertambah melebihi kapasitas stadion,
banyak yang terjepit, terinjak-injak dan patah tulang, dan para ofisial
akhirnya membatalkan pertandingan tersebut dan mulai mengevakuasi para
korban tewas ke dalam lapangan. Banyak pihak menyalahkan para penjaga
gerbang yang terus membiarkan masuk para penonton walaupun sudah
melebihi kapasitas stadion.


Tragedi Katmandu
Tanggal: 12 Maret 1988
Lokasi: Stadion Nasional, Katmandu, Nepal
Total meninggal: 93 orang

Setidaknya 93 orang tewas dan 100 lainnya terluka saat para penonton panik
menghindari hujan es di dalam stadion yang terisi lebih dari 30.000 orang saat
pertandingan antara timnas Nepal dan Bangladesh. Banyak saksi mengatakan
kalau kepanikan terjadi saat para penonton yang ingin keluar stadion yang
menyediakan delapan pintu keluar dan ternyata hanya satu pintu yang
terbuka, banyak penonton yang terinjak-injak hingga tewas. Dua polisi
termasuk dari sekian banyak korban yang tewas.


Tragedi Hillsborough
Tanggal: 15 April 1989
Lokasi: Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris
Total meninggal: 96 orang

Tragedi terburuk sepanjang sejarah sepakbola Inggris ini terjadi saat semifinal
FA Cup antara Liverpool dan Nottingham Forest di stadion Hillsborough (yang
biasa dipakai untuk perhelatan semifinal FA Cup pada tahun 80an). Saat itu
polisi khawatir dengan jumlah fans Liverpool yang begitu banyak diluar
stadion, dan membuka pintu gerbang utama yang menyebabkan sedemikian
banyaknya fans Liverpool yang masuk melalui gerbang itu secara bersamaan.
Dan saat itu stadion juga sudah penuh dengan para penonton yang sudah
siap menyaksikan pertandingan tersebut, akibat desakan para fans Liverpool
yang masih berusaha masuk dan memaksa para polisi untuk membuka gerbang
masuk lainnya, dengan tujuan para penonton di dalam bisa keluar stadion
untuk menghindari kelebihan kapasitas stadion, tapi banyak yang tidak
mengerti dan akhirnya para penonton mulai menyelamatkan diri dengan
berusaha keluar melalui gerbang lainnya dan adapula yang memanjat keluar,
tapi keadaan sudah terlambat, banyak orang yang terhimpit dan sesak nafas.
Total korban tewas saat itu 94 orang dan mengakibatkan 766 lainnya terluka,
namun 4 hari setelah kejadian itu, korban bertambah satu menjadi 95 korban,
karena gadis 14 tahun yang terluka saat kejadian itu akhirnya meninggal di
rumah sakit, dan 4 tahun kemudian kembali bertambah menjadi 96 korban
tewas, karena akhirnya pria yang koma akibat kejadian tersebut meninggal
dunia pada tahun 1993.


Tragedi Ghana
Tanggal: 9 Mei 2001
Lokasi: Stadion Olahraga Accra, Ghana
Total meninggal: 126 orang

Tragedi terjadi saat pertemuan kedua kesebelasan antara Hearts of Oak dan
Asante Kotoko. Saat pertandingan tersisa 5 menit lagi, tim tuan rumah Hearts
of Oak masih memimpin 2-1 atas tim tamu, dan para fans Asante mulai
berulah dengan merusak kursi stadion dan melemparkan botol-botol ke dalam
lapangan. Para polisi bereaksi dengan menembakkan lusinan gas air mata ke
arah tribun yang membuat panik para penonton, dan saksi mata mengatakan
saat itu semua pintu keluar stadion ditutup oleh para polisi. Para penonton
semakin panik dengan banyaknya gas air mata sehingga banyak yang jatuh
dan terinjak-injak. Mengakibatkan 126 orang tewas dan beberapa lainnya
luka-luka.
Banyak pihak yang mengatakan kalau polisi terlalu berlebihan dengan
menembakkan lusinan gas air mata, karena cukup satu saja untuk membuat
para penonton takut. Lagi-lagi kasus klasik para polisi yang membuat keadaan
semakin parah.


Tragedi Stadion Nasional
Tanggal: 24 Mei 1964
Lokasi: Stadion Nasional, Lima, Peru
Total meninggal: 318 orang

Tragedi terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah olahraga dunia, dan
sangat disayangkan tidak banyak informasi yang didapat saat tragedi ini
terjadi. Kejadian ini terjadi saat pertemuan timnas Peru dan Argentina dalam
kualifikasi Olimpiade yang diadakan di stadion Nasional di Lima. Persaingan
kedua negara itu memang keras saat itu.
Kejadian bermula dari dianulirnya gol Peru di menit kedua oleh wasit, para
fans Peru melakukan protes, protes tersebut menjadi besar dan menimbulkan
kericuhan yang mengakibatkan 318 orang tewas dan melukai 500 orang
lainnya. Saat kericuhan terjadi, banyak fans Peru yang menyalakan api dan
merusak jendela-jendela stadion, dan polisi yang kalah jumlah dengan para
suporter Peru ketakutan dan bereaksi dengan menembakkan gas air mata dan
beberapa tembakan ke udara, yang malah menimbulkan kemarahan para
suporter Peru semakin besar. Banyak penonton yang menghindari kericuhan
dan mengalami kepanikan saat ingin keluar stadion dan ternyata pintu keluar
stadion terkunci semua. Dari sekian banyak korban tewas, terdapat satu
anak perempuan berumur 18 bulan yang juga tewas saat dia terlepas dari
gendongan ayahnya. Kebanyakan korban tewas karena jatuh dan terinjak.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...